• Redaksi
Kamis, Juni 11, 2026
Target Indo Jambi
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Kota Sungai Penuh
    • Kab Sarolangun
    • Kab Kerinci
    • Kab Merangin
    • Kab Batanghari
    • Kab Bungo
    • Kab. Muaro Jambi
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Kota Sungai Penuh
    • Kab Sarolangun
    • Kab Kerinci
    • Kab Merangin
    • Kab Batanghari
    • Kab Bungo
    • Kab. Muaro Jambi
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
Target Indo Jambi
No Result
View All Result

Dr.dr.Hj.Nadiyah Maulana,Sp.OG.Bicara Tren Menolong Saat Pandemi

Redaksi by Redaksi
Agustus 8, 2021
in Kota Jambi
0
Dr.dr.Hj.Nadiyah Maulana,Sp.OG.Bicara Tren Menolong Saat Pandemi
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Dr.dr.Hj.Nadiyah Maulana,Sp.OG.Bicara Tren Menolong Saat Pandemi-

JAMBI.TARGETINDO.COM//BERITA-JAMBI-

Dunia ini penuh dengan orang baik, jika kita tak bisa menemukannya, jadilah salah satunya.

Satu hal yang tak terbantahkan, bahwa dokter dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam Pandemi Covid ini. Saya pikir siapapun tahu akan realitas itu. Namun, jika kita sedikit merenung sesungguhnya, kita atau masyarakat-lah yang jadi garda depan dalam menghadapi pandemi ini. 

 

Pandemi membuat semua orang tak bisa berlari dari kewajiban ini, kesadaran untuk menolong bagi sesama saat pandemi menjadi suatu tren baru dalam komunitas apapun. Melewati sekat dan batas profesi. 

 

Tentu saja dengan jumlah yang terbatas, dokter dan tenaga medis perlu kita tempatkan sebagai garis pertahanan terakhir. Tugas masyarakat adalah mengurangi penyebaran virus COVID-19. Jaga diri, jaga keluarga dan patuhi Prokes. 

 

Intinya diperlukan kerjasama yang baik pada masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Salah satunya dengan saling tolong-menolong. Saat ini muncul tren “berbuat baik”. 

 

Tren berbuat baik ini banyak sekali ragamnya, apakah dengan memberikan sesuatu kepada orang lain di tengah pandemi COVID-19 ini. Atau bisa juga dengan cara menggalang dana untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

 

Di daerah lain, terdapat seorang inisiator yang menggagas aksi menjahit masker gratis atau sekedar membagikan makanan pada sesama.

 

Tentu saja masih banyak sekali perbuatan baik yang dilakukan orang, baik itu yang di publikasi maupun tidak. Bagaimanapun itu, saling berbuat baik dan menolong merupakan hal yang penting di tengah situasi sulit akibat pandemic virus COVID-19 ini.

 

Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan tersebut dapat disebut sebagai prosocial behavior. Prosocial behavior atau tindakan prososial adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk membantu orang lain atau memberi kemanfaatan bagi orang lain meskipun pemberi bantuan tidak mendapat keuntungan dari tindakannya tersebut.

 

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan mengapa seseorang melakukan tindakan prososial dan jika dikaitkan dengan konteks di atas maka kita bisa menggunakan teori empathy-altruism. Hipotesis ini mengatakan bahwa beberapa tindakan prososial hanya dimotivasi oleh keinginan untuk membantu sesama, membantu seseorang yang membutuhkan (Batson & Oleson, 1991; Baron & Branscombe, 2012). Individu yang melakukan tindakan menolong orang lain dengan tidak mengharapkan imbalan dapat disebut termotivasi oleh altruism. Altruism ini memiliki kaitan erat dengan empati.

 

Selain itu, merebaknya tren tindakan menolong yang terjadi di tengah pandemi virus COVID-19 ini juga dapat dijelaskan melalui teori pembelajaran observasional oleh Albert Bandura. Melalui teori ini, Bandura menegaskan bahwa proses pembelajaran manusia dapat dilakukan dengan melalui observasi. Jika kita kaitkan dengan fenomena tren tindakan prososial yang sedang terjadi, maka pemberitaan dan informasi yang tersebar luas di media sosial mengenai orang yang melakukan tindakan prososial, dapat mengajarkan dan membuat orang lain ikut melakukan tindakan prososial seperti itu juga. 

 

Dimana pada berita atau informasi yang tersebar mengenai orang yang melakukan tindakan prososial di media sosial biasanya orang tersebut mendapat imej positif dan tanggapan positif dari orang lain, seperti yang dilakukan para Crazy Rich atau orang kaya raya, yang mendapat banyak pujian karena tindakan prososial pada masyarakat selama pandemi. Selain itu, dari sisi psikologis, terdapat banyak penelitian yang mendukung bahwa orang yang melakukan kebaikan atau menolong orang lain akan merasakan kebahagiaan tersendiri.

 

Orang-orang yang telah melakukan tindakan menolong, lalu tersebar di berita maupun media sosial dapat disebut sebagai model atau contoh bagi orang lain yang mendapat informasi tersebut. Selanjutnya, ketika orang yang mendapat informasi tersebut juga ikut melakukan tindakan menolong lalu ia menyebarkannya melalui media sosial, maka ia juga menjadi model dan begitu seterusnya. Dengan masyarakat yang saat ini melakukan gerakan #dirumahaja, internet merupakan salah satu sarana penting untuk mendapatkan informasi.  Dengan semakin banyak orang yang menggunakan internet, maka semakin cepat dan semakin luas jugalah informasi yang tersebar. Sehingga itu juga menjelaskan alasan meluasnya tren berbuat baik yang terjadi di tengah pandemi virus COVID-19 ini.

 

Pada akhirnya, pandemi virus COVID-19 ini merupakan perjuangan bersama, bukan hanya perjuangan tenaga medis dan dokter saja. Dengan kita melakukan gerakan #dirumahaja, tanpa kita sadari kita juga telah membantu mengurangi peningkatan kasus positif virus COVID-19 ini. 

 

Meski begitu, jika kita dapat berbuat lebih seperti memberikan dukungan material kepada orang-orang yang membutuhkan pada situasi sulit ini, maka itu lebih baik. Dengan saling membantu satu sama lain dan mengikuti imbauan pemerintah. Akhirnya semoga kita dapat segera melewati pandemi ini bersama-sama.

 

Berbagi memang tak serta merta menjadikan kita manusia baik, tapi setidaknya dengan berbagi kita bisa memperkuat kemanusian itu sendiri ungkapnya.

 

*Pimpinam Redaksi*

*Nopri Ardi*

Dr.dr.Hj.Nadiyah Maulana,Sp.OG.Bicara Tren Menolong Saat Pandemi-

JAMBI.TARGETINDO.COM//BERITA-JAMBI-
Dunia ini penuh dengan orang baik, jika kita tak bisa menemukannya, jadilah salah satunya.

Satu hal yang tak terbantahkan, bahwa dokter dan tenaga medis menjadi garda terdepan dalam Pandemi Covid ini. Saya pikir siapapun tahu akan realitas itu. Namun, jika kita sedikit merenung sesungguhnya, kita atau masyarakat-lah yang jadi garda depan dalam menghadapi pandemi ini.

Pandemi membuat semua orang tak bisa berlari dari kewajiban ini, kesadaran untuk menolong bagi sesama saat pandemi menjadi suatu tren baru dalam komunitas apapun. Melewati sekat dan batas profesi.

Tentu saja dengan jumlah yang terbatas, dokter dan tenaga medis perlu kita tempatkan sebagai garis pertahanan terakhir. Tugas masyarakat adalah mengurangi penyebaran virus COVID-19. Jaga diri, jaga keluarga dan patuhi Prokes.

Intinya diperlukan kerjasama yang baik pada masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Salah satunya dengan saling tolong-menolong. Saat ini muncul tren “berbuat baik”.

Tren berbuat baik ini banyak sekali ragamnya, apakah dengan memberikan sesuatu kepada orang lain di tengah pandemi COVID-19 ini. Atau bisa juga dengan cara menggalang dana untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Di daerah lain, terdapat seorang inisiator yang menggagas aksi menjahit masker gratis atau sekedar membagikan makanan pada sesama.

Tentu saja masih banyak sekali perbuatan baik yang dilakukan orang, baik itu yang di publikasi maupun tidak. Bagaimanapun itu, saling berbuat baik dan menolong merupakan hal yang penting di tengah situasi sulit akibat pandemic virus COVID-19 ini.

Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan tersebut dapat disebut sebagai prosocial behavior. Prosocial behavior atau tindakan prososial adalah suatu tindakan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk membantu orang lain atau memberi kemanfaatan bagi orang lain meskipun pemberi bantuan tidak mendapat keuntungan dari tindakannya tersebut.

Terdapat beberapa teori yang menjelaskan mengapa seseorang melakukan tindakan prososial dan jika dikaitkan dengan konteks di atas maka kita bisa menggunakan teori empathy-altruism. Hipotesis ini mengatakan bahwa beberapa tindakan prososial hanya dimotivasi oleh keinginan untuk membantu sesama, membantu seseorang yang membutuhkan (Batson & Oleson, 1991; Baron & Branscombe, 2012). Individu yang melakukan tindakan menolong orang lain dengan tidak mengharapkan imbalan dapat disebut termotivasi oleh altruism. Altruism ini memiliki kaitan erat dengan empati.

Selain itu, merebaknya tren tindakan menolong yang terjadi di tengah pandemi virus COVID-19 ini juga dapat dijelaskan melalui teori pembelajaran observasional oleh Albert Bandura. Melalui teori ini, Bandura menegaskan bahwa proses pembelajaran manusia dapat dilakukan dengan melalui observasi. Jika kita kaitkan dengan fenomena tren tindakan prososial yang sedang terjadi, maka pemberitaan dan informasi yang tersebar luas di media sosial mengenai orang yang melakukan tindakan prososial, dapat mengajarkan dan membuat orang lain ikut melakukan tindakan prososial seperti itu juga.

Dimana pada berita atau informasi yang tersebar mengenai orang yang melakukan tindakan prososial di media sosial biasanya orang tersebut mendapat imej positif dan tanggapan positif dari orang lain, seperti yang dilakukan para Crazy Rich atau orang kaya raya, yang mendapat banyak pujian karena tindakan prososial pada masyarakat selama pandemi. Selain itu, dari sisi psikologis, terdapat banyak penelitian yang mendukung bahwa orang yang melakukan kebaikan atau menolong orang lain akan merasakan kebahagiaan tersendiri.

Orang-orang yang telah melakukan tindakan menolong, lalu tersebar di berita maupun media sosial dapat disebut sebagai model atau contoh bagi orang lain yang mendapat informasi tersebut. Selanjutnya, ketika orang yang mendapat informasi tersebut juga ikut melakukan tindakan menolong lalu ia menyebarkannya melalui media sosial, maka ia juga menjadi model dan begitu seterusnya. Dengan masyarakat yang saat ini melakukan gerakan #dirumahaja, internet merupakan salah satu sarana penting untuk mendapatkan informasi. Dengan semakin banyak orang yang menggunakan internet, maka semakin cepat dan semakin luas jugalah informasi yang tersebar. Sehingga itu juga menjelaskan alasan meluasnya tren berbuat baik yang terjadi di tengah pandemi virus COVID-19 ini.

Pada akhirnya, pandemi virus COVID-19 ini merupakan perjuangan bersama, bukan hanya perjuangan tenaga medis dan dokter saja. Dengan kita melakukan gerakan #dirumahaja, tanpa kita sadari kita juga telah membantu mengurangi peningkatan kasus positif virus COVID-19 ini.

Meski begitu, jika kita dapat berbuat lebih seperti memberikan dukungan material kepada orang-orang yang membutuhkan pada situasi sulit ini, maka itu lebih baik. Dengan saling membantu satu sama lain dan mengikuti imbauan pemerintah. Akhirnya semoga kita dapat segera melewati pandemi ini bersama-sama.

Berbagi memang tak serta merta menjadikan kita manusia baik, tapi setidaknya dengan berbagi kita bisa memperkuat kemanusian itu sendiri ungkapnya.

*Pimpinam Redaksi*
*Nopri Ardi*

Previous Post

Kapolres Muaro Jambi Pantau Posko Penyekatan Simpang Unit 6 Sungai Bahar Juga Bagikan Paket Sembako

Next Post

Wakil Walikota Jambi.Dr.dr.Maulana,M.K.M,Menyalurkan Bantuan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19 Juga Warga Yang Kurang Mampu

Redaksi

Redaksi

Next Post
Wakil Walikota Jambi.Dr.dr.Maulana,M.K.M,Menyalurkan Bantuan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19 Juga Warga Yang Kurang Mampu

Wakil Walikota Jambi.Dr.dr.Maulana,M.K.M,Menyalurkan Bantuan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19 Juga Warga Yang Kurang Mampu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITATERPOPULER

  • Satlantas Polres Muaro Jambi Tertibkan Jam Transportasi Angutan Batu Bara,Sawit,80 Unit Dapat Ditilang Hari Ini Untuk Dapat Mematuhi Waktu Operasional

    Satlantas Polres Muaro Jambi Tertibkan Jam Transportasi Angutan Batu Bara,Sawit,80 Unit Dapat Ditilang Hari Ini Untuk Dapat Mematuhi Waktu Operasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh: Ditemukan Mayat Didalam Mobil Trukc Batu-Bara Sudah Berbau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas Pendidikan Propinsi Jambi ,Menelantarkan Anak Susah Masuk Sekolah.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Gabungan Polsek,Polres,dan TNI Muaro Jambi Ratakan Lokasi Masakan Minyak Ilegal Driling di Mes Kelurahan Pijoan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terjunkan Alat Berat Xsapator,Tim Gabungan Polri dan TNI Ratakan Lokasi Masakan Minyak Ilegal Driling di Lokasi Nes Kelurahan Pijoan kecamatan Jaluko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Target Indo Jambi

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Jambi
    • Provinsi Jambi
    • Kota Sungai Penuh
    • Kab Sarolangun
    • Kab Kerinci
    • Kab Merangin
    • Kab Batanghari
    • Kab Bungo
    • Kab. Muaro Jambi
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

Situs link slot gacor Terbaru Gampang Menang Terpercaya Server Slot 88 WUKONG778 : SLOT GACOR GAMPANG MENANG slot gacor 4d Slot 4D Bersama MAXI188 Berikan Game Gacor Gampang Menang Maxwin Hari Ini 2025 Situs link slot gacor Terbaru Gampang Menang Terpercaya Server Slot 88 WUKONG778 : SLOT GACOR GAMPANG MENANG slot gacor 4d Slot 4D Bersama MAXI188 Berikan Game Gacor Gampang Menang Maxwin Hari Ini 2025