JAMBI.TARGETINDO.COM//-Gundah gulana saat ini memenuhi ruang pikir kebanyakan orangtua. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini membuat kegiatan belajar putra-putrinya berlangsung tidak seperti biasanya.
Atas pertimbangan ini jugalah pasangan Wakil walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM dan Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp. OG yang mengirim Lutfy Maulana putra ke dua mereka untuk mondok di pesantren Darunnajah Jakarta.
Keharuan kedua pasangan dokter ini semangkin menjadi ketika sang putra mengirimkan mereka foto saat makan bersama dengan santri lain teman satu kamar. Dalam foto itu terlihat Lutfi yang bercita-cita menjadi ustadz ini dengan lahap menikmati nasi bungkus sambil lesehan ala liwetan di dalam sebuah kamar dekat dengan ranjang bertingkat.
Sebagai orang tua Maulana mengaku terharu melihat anak mereka mengalami fase perjuangan yang cukup berat tersebut. Apalagi mengingat kebiasaan sang putra jika dirumah yang cukup cerewet makannya, sesuatu yang khas anak seusia tersebut.
” Saya agak terharu melihat Lutfi makan ala liwetan, berhimpitan bersama teman – teman sekamarnya, padahal jika dirumah ia termasuk agak susah makan, apalagi harus ramai-ramai, ” ungkap Maulana.
Namun orang nomor dua di kota Jambi ini yakin dengan pola asuh yang demikian, putra mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bukan saja berilmu tapi memiliki etika sosial dan kecakapan sosial yang baik, mampu berinteraksi dan membawa diri dalam masyarakat.
” Saya yakin adab dan tata krama mestilah dibiasakan, bukan sekadar dicatat SOP-nya. Sapa ramah, senyum terkembang, hingga salim salaman adalah preambule (pembuka) keniscayaan parameter keberhasilan pembiasaan pendidikan karakter.Terkikis sedikit demi sedikit kebiasaan itu. Pola hidup baru membuat banyak orang tak berkutik melaksanakan tradisi baik turun-temurun, saya pikir ini kelebihan pola pendidikan pesantren, ” ungkapnya.
Karena menurut Wawako Jambi ini pola pendidikan berbasis pesantren dengan asrama (boarding school) menjadi solusi terbaik pendidikan pada masa pandemi ini. Aturan ketat bahwa penghuni lembaga tidak boleh keluar menjadi acuan yang direkomendasikan.
Tentu saja orangtua harus pandai memilih lembaga yang akan dimasuki anaknya. Harus yang benar-benar save (aman), baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan belajar. Dan saya yakin Pondok pesantren Darunnajah yang memberikan rasa aman dan nyaman untuk peserta didik maupun orangtua, jelasnya.
Untuk pendidikan terbaik pada masa pandemi ini, pilihlah pesantren. Saya dan istri tak ragu lagi memasukkan buah hati mengenyam pendidikan di tempat ini. Orangtua tenang, anak pun merasa senang dan nyaman, tandasnya. (*)Gundah gulana saat ini memenuhi ruang pikir kebanyakan orangtua. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini membuat kegiatan belajar putra-putrinya berlangsung tidak seperti biasanya.
Atas pertimbangan ini jugalah pasangan Wakil walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM dan Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp. OG yang mengirim Lutfy Maulana putra ke dua mereka untuk mondok di pesantren Darunnajah Jakarta.
Keharuan kedua pasangan dokter ini semangkin menjadi ketika sang putra mengirimkan mereka foto saat makan bersama dengan santri lain teman satu kamar. Dalam foto itu terlihat Lutfi yang bercita-cita menjadi ustadz ini dengan lahap menikmati nasi bungkus sambil lesehan ala liwetan di dalam sebuah kamar dekat dengan ranjang bertingkat.
Sebagai orang tua Maulana mengaku terharu melihat anak mereka mengalami fase perjuangan yang cukup berat tersebut. Apalagi mengingat kebiasaan sang putra jika dirumah yang cukup cerewet makannya, sesuatu yang khas anak seusia tersebut.
” Saya agak terharu melihat Lutfi makan ala liwetan, berhimpitan bersama teman – teman sekamarnya, padahal jika dirumah ia termasuk agak susah makan, apalagi harus ramai-ramai, ” ungkap Maulana.
Namun orang nomor dua di kota Jambi ini yakin dengan pola asuh yang demikian, putra mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bukan saja berilmu tapi memiliki etika sosial dan kecakapan sosial yang baik, mampu berinteraksi dan membawa diri dalam masyarakat.
” Saya yakin adab dan tata krama mestilah dibiasakan, bukan sekadar dicatat SOP-nya. Sapa ramah, senyum terkembang, hingga salim salaman adalah preambule (pembuka) keniscayaan parameter keberhasilan pembiasaan pendidikan karakter.Terkikis sedikit demi sedikit kebiasaan itu. Pola hidup baru membuat banyak orang tak berkutik melaksanakan tradisi baik turun-temurun, saya pikir ini kelebihan pola pendidikan pesantren, ” ungkapnya.
Karena menurut Wawako Jambi ini pola pendidikan berbasis pesantren dengan asrama (boarding school) menjadi solusi terbaik pendidikan pada masa pandemi ini. Aturan ketat bahwa penghuni lembaga tidak boleh keluar menjadi acuan yang direkomendasikan.
Tentu saja orangtua harus pandai memilih lembaga yang akan dimasuki anaknya. Harus yang benar-benar save (aman), baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan belajar. Dan saya yakin Pondok pesantren Darunnajah yang memberikan rasa aman dan nyaman untuk peserta didik maupun orangtua, jelasnya.
Untuk pendidikan terbaik pada masa pandemi ini, pilihlah pesantren. Saya dan istri tak ragu lagi memasukkan buah hati mengenyam pendidikan di tempat ini. Orangtua tenang, anak pun merasa senang dan nyaman, tandasnya. (*)
*Nopri Ardi*
*Pimred*


