JAMBI.TARGETINDO.COM//KOTA JAMBI-Sempat viral berita dua kakak adik yang di suruh pulang oleh kepalah sekolah Mts mahdaliya kota Jambi yang beralamat di jalan sunan kali jaga RT.04.rw 11,simpang tiga sipin kecamatan kota baru hari ini sabtu,11.12.2021.
Nopri Ardi selaku orang tua dari siswi,Devi dan Riski,nopri mengaku tidak terima dengan berita yang di tayang kan oleh Jambi tv,atau stekmen kepsek Mts Yang mengaku meminta maaf pada pihak sekolah atau telah menyebar berita hoax di sekolah yayasan mahdaliya kota Jambi tersebut.
Saya nopri ardi mau mekelaripikasih berita yang beredar di Jambi tv,mau pun di media mediator,Terkait berita pengusiran dua siswi yang tidak di bolehkan ikut ujian dari kepsek Mts mahdaliya”ujar nopri.
Jadi yang telah terjadi beberapa waktu lalu tentang pengusiran dua siswi Aliya dan Mts itu benar ada nya,saya ada bukti SMS dari siswa kelas 10,dan ada saksi kejadian di waktu awal akan melaksanakan ujian tersebut,
“Dan yang menyuruh kedua siswi itu pulang untuk memanggil orang tua dari murid itu sendiri adalah kepsek Mts mahdaliya sendiri dengan tata cara yang tidak bijak atau lembut bahasanya,Namun Devi oktavia tetap di bolehkan untuk ikut ujian dari pihak Aliyah nya,pada beberapa waktu kepsek Mts kembali naik ke atas dan melihat Devi yang akan mengikuti ujian tiba-tiba kepsek Mts melontar kan perkataan seperti ini”PERKATAAN YANG PERTAMA:DEVI KAMU PANGGIL ORANG TUA KAMU DULU KESINI KALAU KAMU MAU IKUT UJIAN,SURUH ORANG TUA KAMU MELUNASI KALAU TIDAK BAYAR SEPAROH BARU KAMU BISAH IKUT UJIAN.KATA KEPALASEKOLAH MTS,Padahal Devi adalah anak Aliya bukan Mts,kenapa kokx kepala sekolah Mts bisah melarang anak Aliyah untuk ikut ujian?sedangkan dari pihak Aliya mengizin kan Devi untuk ikut ujian sekolah yang melarang adalah kesek Mts mahdaliya.

Jadi berita yang beredar itu adalah sebenarnya menyuruh siswi pulang.Namun cara dan perkataan kepsek Mts yang tidak patut dan tidak layak kepada siswi tersebut.
Untuk perkataan kepsek Mts mahdaliya yang bilang bahwa berita ini tidak benar itu sangat salah sekali atau itu bohong,berita ini benar dan kita punya bukti.”ujar nopri.(*)
*Nopri Ardi*
*Pimpinan Redaksi*


